DaerahEkonomiPeristiwa

Ancaman El Nino di Kabupaten Bekasi: BMKG Imbau Waspadai Potensi Kekeringan dan Dampak Sektor Pertanian

58
×

Ancaman El Nino di Kabupaten Bekasi: BMKG Imbau Waspadai Potensi Kekeringan dan Dampak Sektor Pertanian

Sebarkan artikel ini

Mata Bekasi Indonesia || Kabupaten Bekasi — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Nino. Fenomena iklim global ini berpotensi memicu penurunan curah hujan secara drastis, meningkatkan suhu udara, serta memperpanjang durasi musim kemarau di kawasan Jawa Barat, termasuk wilayah Kabupaten Bekasi.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Jawa Barat (BMKG), menjelaskan bahwa El Nino membawa dampak langsung terhadap dinamika cuaca lokal. Fenomena ini memicu penurunan intensitas hujan bulanan hingga di bawah rata-rata normal, sehingga risiko kekeringan meteorologis meningkat pesat.

“El Nino berdampak pada berkurangnya pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Barat. Untuk Kabupaten Bekasi, dampaknya akan sangat terasa pada ketersediaan pasokan air bersih serta penurunan debit air di saluran irigasi pertanian,” ujar perwakilan BMKG tersebut dalam keterangannya.

BMKG memetakan beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak El Nino, terutama wilayah di sektor utara seperti Babelan, Karangbahagia, Sukawangi, Cabangbungin, dan Muaragembong. Wilayah-wilayah tersebut tidak hanya bergantung pada jaringan irigasi primer untuk lahan persawahan, tetapi juga sering mengalami kendala ketersediaan air bersih saat musim kemarau panjang.

Selain berdampak pada sektor pertanian yang mengancam produktivitas padi lokal, potensi bencana kebakaran lahan kosong dan peningkatan suhu ekstrem juga menjadi perhatian serius. BMKG meminta pemangku kebijakan daerah untuk segera mengambil langkah antisipatif.

“Kami menyarankan Pemkab Bekasi bersama dinas terkait untuk memperkuat langkah mitigasi. Mulai dari optimalisasi pemanenan air hujan sebelum puncak kemarau, pemeliharaan infrastruktur irigasi, penyiapan cadangan pasokan air bersih via tangki, hingga penyesuaian pola tanam bagi para petani,” tambahnya.

Masyarakat Kabupaten Bekasi juga diimbau untuk mulai bijak dalam menggunakan air bersih harian, menghindari kegiatan pembakaran sampah secara sembarangan di area lahan kering, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca dan iklim resmi yang dirilis melalui saluran informasi BMKG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *