Mata Bekasi Indonesia || Cianjur — Komunitas sosial Bagong Mogok Korwil BM 4 Korcam Sukaluyu kembali gelar kegiatan bakti sosial di Masjid Jami Darul Arqom, Kampung Bojongsari, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Kegiatan yang meliputi gerakan bersih-bersih masjid, sholat berjamaah, buka bersama, serta pembagian santunan dan sembako itu, tidak hanya memberikan bantuan materiil namun juga mengangkat pesan tegas terkait pentingnya mencegah kekerasan dan kelaparan yang bisa berujung tragedi, Minggu 8 Maret 2025.
Sebanyak 50 anak yatim-piatu dan 20 keluarga dhuafa menjadi sasaran bantuan pada hari Minggu tersebut. Sebelumnya, komunitas juga bekerja sama dengan Salon Masjid Kawan Ukhuwah untuk membersihkan masjid sebagai bentuk pengabdian terhadap rumah ibadah.
“Kita tidak hanya bersih-bersih masjid dan bagi-bagi takjil serta sembako, namun intinya adalah bersilaturahmi dan memastikan mereka tidak dibiarkan terlantar,” ujar Arozi Permana, Ketua Korwil 4 Bagong Mogok kepada wartawan.
Pesan Tegas Terhadap Kasus Tragis Pencurian Akibat Lapar Arozi Permana mengungkapkan
Bahwa Kegiatan ini menjadi lebih bermakna setelah munculnya berita tragis seorang yang mencuri dua buah labu dan kemudian dipukuli hingga meninggal dunia. Arozi menyampaikan pandangan tegas terkait hal tersebut.
“Menjaga nyawa adalah kewajiban agama dan kemanusiaan. Jika seseorang terpaksa mengambil sesuatu karena lapar, itu jauh berbeda dengan kejahatan yang disengaja. Kita tidak boleh sampai ada yang harus memilih antara lapar atau terkena pasal, apalagi hingga menjadi korban kekerasan yang mematikan,” tegasnya.
Ia berharap para dermawan di Kabupaten Cianjur bisa lebih memperhatikan kelompok yang paling membutuhkan, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Bagong Mogok menambahkan bahwa komunitas memiliki tagline filosofis yaitu “Satekah polah mela nu susah” (senantiasa mengingat mereka yang kesusahan). Di bulan Ramadhan ini, komunitas pembagian 600 kotak nasi di berbagai titik korwil dan korcam sekitar masjid.
“Kasus di Cugenang itu sungguh miris. Sayangnya kami belum bisa menjangkau wilayah tersebut karena keterbatasan informasi lokasi. Kini kami semakin hati-hati dan menjalankan program ‘jemput bola’ karena kami sadar ada sebagian masyarakat yang mungkin merasa malu untuk mengaku kekurangan, padahal mereka sangat membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Dalam hal itu Respon Positif dari Masyarakat dan Pengelola Masjid juga terungkap
Athaya, salah satu anak yatim yang menerima bantuan, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
“Saya merasa seperti berada bersama keluarga sendiri. Semoga rejeki para dermawan dan komunitas selalu dilimpahkan Allah SWT,” ujarnya dengan haru.
Deni Sudiana, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Darul Arqom, menilai kegiatan ini sangat berharga bagi seluruh masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan dari komunitas Bagong Mogok. Dukungan seperti ini menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak bisa kami tangani sendiri. Kami berharap kolaborasi ini bisa berlanjut tahun depan dengan sentuhan tambahan yang lebih luas lagi,” pungkasnya.
Komunitas Bagong Mogok menegaskan bahwa program bakti sosial mereka akan terus berlanjut dan diperluas ke wilayah yang lebih banyak, dengan fokus utama mencegah terjadinya masalah sosial akibat kelaparan dan kurangnya perhatian terhadap kelompok rentan.













