KesehatanPeristiwa

Orang Tua Pasien Kecewa Terhadap Pelayanan Salah Satu Rumah Sakit di Lepo-Lepo Kendari

128
×

Orang Tua Pasien Kecewa Terhadap Pelayanan Salah Satu Rumah Sakit di Lepo-Lepo Kendari

Sebarkan artikel ini

Mata Bekasi Indonesia || Kendari – Saat tim awak media adakan kunjungan terhadap pasien di rumah sakit Hermina, yang beralamatkan di kecamatan lepo-lepo kota Kendari, sebut saja Ilmi. Pasien tersebut mengalami sakit demam. Rabu (30/7/2025).

Disaat beberapa jam tim media berada di dalam ruangan 325, saat menanyakan kepada orang tua pasien, “Mengapa infusnya di buka?” kata tim.

“Hari ini sudah bisa pulang akan tetapi anak saya masih demam,” kata Ica Riska orang tua pasien.

Lalu orang tua pasien menghubungi petugas rumah sakit untuk segera keruangan dan memeriksa anak pasien.

Saat petugas rumah sakit ke ruangan untuk memeriksa pasien atas nama ilmi, yang masih balita, tapi pasien tersebut mengamuk sambil menangis, namanya juga balita.

Dengan nada yang tinggi oknum perawat rumah sakit, “Tidak di suntik hanya di periksa panasanya, kalo tidak saya suntik saja,” bentak perawat rumah sakit.

Kejadian tersebut tepat di depan tim awak media yang tanpa dia ketahui oleh perawat tersebut.

Selanjutnya tim meminta keterangan kepada perawat tersebut dan kami di arahkan ke tempat ruang pengaduan, sambil menunggu dari pihak manajemen rumah sakit untuk di mintai keterangan.

Pernyataan dari dokter saat di mintai keterangan tentang adanya pelayanan rumah sakit yang di lakukan salah satu petugas terhadap pasien yang dengan nada keras.

Pihak rumah sakit akhirnya berjanji akan memberikan sanksi terhadap petugas rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien, dan juga dari pihak rumah sakit berjanji akan meningkatkan pelayanan terpadu terhadap semua pasien tanpa terkecuali.

“Kami akan melakukan evaluasi internal untuk langkah-langkah untuk memperbaiki layanan kami,” kata pihak rumah sakit Hermina.

Orang tua pasien berharap bahwa langkah-langkah pelayanan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pasien di masa depan.

“Harapan kami kedepannya lebih inovatif lagi dalam melakukan pelayanan terpadu, karena pembayaran BPJS itu sangat mahal, makan pelayanan juga harus lebih gesit dalam menangani pasien,” ujar Ica Riska orang tua pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *