Mata Bekasi Indonesia || Cianjur – Sebanyak 3.500 peserta Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) berbasis wirausaha tahun 2026 resmi dilepas dalam acara di Gedung Prayoga, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (17/5/26). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mencetak tenaga kerja terampil dan wirausahawan baru, sekaligus menekankan perlunya pergeseran pola pikir masyarakat agar siap bersaing, bukan hanya menjadi penonton perubahan zaman.
Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi, menegaskan bahwa tantangan dunia kerja kini kian kompetitif. Ia mengingatkan generasi muda untuk tidak ragu berinovasi atau beralasan pada keterbatasan.
“Saya selalu mengatakan, jangan mau diam, takut bergerak, atau hanya menjadi penonton. Jangan bicara soal keterbatasan, itu tak akan ada habisnya. Ayo bergerak,” ujarnya tegas.
Ramzi juga mengapresiasi peran berbagai lembaga pelatihan dan Balai Latihan Kerja yang bergerak bersama pemerintah daerah meski dengan keterbatasan anggaran. Menurutnya, pola penempatan tenaga kerja kini telah bergeser. Jika dulu warga berangkat ke luar negeri banyak sebagai tenaga rumah tangga, kini keahlian mereka di bidang perhotelan dan sektor lain sudah diakui dan dibutuhkan negara lain.
Terkait maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Ramzi memastikan aliran tenaga kerja dari program ini aman.
“Kasus TPPO biasanya menimpa mereka yang berangkat sendiri. Jika melalui lembaga resmi yang didukung kementerian, insyaallah aman dan terhindar dari risiko tersebut,” jelasnya. Ia juga menambahkan, ekosistem pelatihan di Cianjur sudah terbentuk cukup lama dan menjadi alternatif andalan penyiapan tenaga kerja.
Sementara itu, Direktur Kursus & Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Dr. Yaya Sutarya, memaparkan adanya dua program unggulan nasional. Pertama, Pendidikan Kecakapan Kerja, ditujukan bagi pemuda usia di bawah 25 tahun yang putus sekolah atau tidak bersekolah. Mereka dibina melalui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dengan durasi 150 hingga 250 jam pelatihan, dibagi dalam tingkatan keahlian, hingga disiapkan penempatannya ke luar negeri.
Program kedua adalah Pendidikan Kecakapan Wirausaha. Di jalur ini, peserta dibekali keterampilan selama 200 jam pelatihan, lengkap dengan dukungan akses permodalan dan sarana usaha.
“Contohnya pelatihan barista, kami tidak hanya ajarkan cara meracik kopi, tapi juga siapkan mesin hingga bahan baku agar mereka langsung bisa berwirausaha,” jelas Yaya.
Direktur Abdi Bangsa Institute (ABI) Cianjur, Aji Samsurizal, menyampaikan catatan keberhasilan program ini. Tingkat penyerapan tenaga kerja dari jalur PKK mencapai 90 persen, baik di dalam maupun luar negeri.
“Hari ini kami melepas 3.500 orang, dan pada 20 Mei mendatang akan ada pelepasan lagi. Dari jumlah itu, 1.595 orang di antaranya ditempatkan ke luar negeri, sisanya bekerja di sektor industri pengelasan dan bidang lain di dalam negeri. Hingga bulan ini, total yang sudah kami salurkan ke luar negeri mencapai 6.000 orang,” ungkap Aji.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Cianjur sebagai daerah penyangga penyedia tenaga kerja terampil, dengan menjamin keamanan, keahlian, dan keberlanjutan usaha bagi warganya.













