DaerahReligi

Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Edukasi Energi Bersih: PT DMGP Libatkan Pesantren dan Tokoh Agama di Cipanas

23
×

Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Edukasi Energi Bersih: PT DMGP Libatkan Pesantren dan Tokoh Agama di Cipanas

Sebarkan artikel ini

Mata Bekasi Indonesia || Cianjur – Momentum peringatan Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan dimanfaatkan PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) untuk memperkuat literasi energi bersih berbasis panas bumi kepada kalangan pesantren dan tokoh agama di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kegiatan sosialisasi yang dikemas dalam forum buka puasa bersama tersebut digelar di Aula YPI Pondok Pesantren Al-Riyadl, Dusun Cipanas, Desa Cipanas, Jumat (6/3/2026). Acara ini dihadiri sekitar 600 santri, 80 tokoh agama, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari empat desa di wilayah Kecamatan Cipanas dan Pacet.

Forum dialog ini menghadirkan para ahli geologi dari Universitas Padjadjaran untuk memberikan penjelasan ilmiah mengenai energi panas bumi (geothermal) serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang relatif ramah lingkungan karena memanfaatkan panas alami dari dalam bumi. Selain menjadi alternatif energi bersih, pengembangan geothermal juga dinilai dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas pertanian dan pemanfaatan sumber air masyarakat.

Teknologi Panas Bumi Diklaim Aman bagi Sumber Air

Pakar Geologi Universitas Padjadjaran, Dewi Gentana, menjelaskan bahwa teknologi panas bumi dirancang untuk beroperasi secara aman tanpa mengganggu sumber air tanah maupun kestabilan gunung api.

Menurutnya, proses pengeboran dilakukan melalui lubang berdiameter relatif kecil yang dilapisi pipa baja berlapis (casing) guna mencegah kebocoran serta dipantau secara real-time di bawah permukaan bumi.

“Kami memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan masyarakat. Secara geologi, air sumur warga berada pada lapisan dangkal sekitar 10 meter. Lapisan ini sangat jauh dan tidak terhubung dengan zona pengambilan uap panas bumi yang berada pada kedalaman sekitar 2.000 meter,” jelas Dewi.

Ia menambahkan bahwa aktivitas panas bumi pada dasarnya memanfaatkan uap yang berada pada area terbatas sehingga berbeda dengan dinamika pergerakan lempeng bumi yang dapat memicu gempa alami.

Melalui teknologi sistem tertutup atau closed-loop, uap yang dimanfaatkan akan dikembalikan kembali ke dalam tanah melalui proses reinjeksi untuk menjaga keseimbangan tekanan di bawah permukaan bumi.

“Teknologi ini memastikan keseimbangan alam tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Aktivitas Geothermal Selaras dengan Proses Alam

Pakar Vulkanologi Universitas Padjadjaran, Nana Sulaksana, menegaskan bahwa operasional panas bumi berjalan selaras dengan aktivitas alami gunung api dan tidak saling mengganggu.

Ia menjelaskan bahwa pengambilan uap panas bumi dilakukan melalui sumur yang diperkuat dengan pipa baja sehingga tidak mempengaruhi struktur geologi gunung.

“Gempa yang merusak biasanya terjadi akibat benturan lempeng di dasar laut yang sangat dalam. Hal ini berbeda dengan pengambilan uap panas bumi di kawasan gunung yang skalanya relatif kecil,” ujarnya.

Menurut Nana, keberadaan lapisan batuan kedap juga membuat sumber air dangkal milik masyarakat tetap terlindungi dan tidak terhubung dengan zona panas bumi di kedalaman.

“Dengan sistem tersebut, teknologi panas bumi bekerja menjaga keseimbangan bawah permukaan demi keamanan lingkungan bersama,” katanya.

Perusahaan Tekankan Transparansi dan Pemberdayaan Warga

Kepala Teknis Panas Bumi PT Daya Mas Geopatra Pangrango, Yunis, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen membangun hubungan kemitraan dengan masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian energi nasional.

Melalui forum silaturahmi tersebut, perusahaan berupaya membuka ruang dialog sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat energi bersih serta program pemberdayaan masyarakat yang berjalan di wilayah sekitar proyek.

“Kami bersyukur dapat bersilaturahmi di bulan suci ini bersama para tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya menjelaskan proyek energi, tetapi juga merangkul seluruh elemen masyarakat melalui edukasi energi ramah lingkungan,” kata Yunis.

Ia menambahkan bahwa pengembangan energi panas bumi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan berbagai program sosial yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat desa di sekitar wilayah operasi.

Edukasi Energi Dipadukan dengan Kegiatan Religi

Kegiatan tersebut ditutup dengan pembacaan khotmil Qur’an serta tausiyah dari Choirul Anam MZD yang mengajak jamaah untuk menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Sebelumnya, para santri juga mengikuti sejumlah kegiatan religi seperti lomba pukul bedug dan penampilan seni Islami yang menambah semarak suasana Ramadan.

Melalui kegiatan ini, PT Daya Mas Geopatra Pangrango menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemanfaatan energi panas bumi sebagai solusi energi bersih yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan bagi masa depan.

Tentang PT Daya Mas Geopatra Pangrango

PT Daya Mas Geopatra Pangrango merupakan anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, bagian dari Grup Sinar Mas, yang bergerak di bidang pengembangan energi terbarukan khususnya panas bumi.

Salah satu wilayah pengembangan perusahaan berada di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang telah ditetapkan sebagai wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 2778 K/30/MEM/2014.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, pengembangan energi panas bumi tersebut juga diiringi berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pelestarian lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

(Bet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *