Mata Bekasi Indonesia || Cianjur – Situasi politik nasional yang memanas membuat aparat keamanan di Cianjur tidak tinggal diam. Polsek Pacet bersama Polsek Sukaresmi, didukung Koramil 04/Cipanas, memperketat penjagaan dengan melakukan penyekatan di sejumlah titik strategis. Langkah ini diambil untuk mencegah warga maupun pelajar terprovokasi hingga bergabung dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur maupun DPR RI di Jakarta.
Kapolsek Pacet, AKP Amir Said, menegaskan bahwa penyekatan dilakukan secara ketat di titik-titik rawan pergerakan massa, terutama kawasan perempatan Tugu Mangkuk Bubur Ayam Pacet.
“Ini bukan situasi biasa, ini sudah level nasional. Jangan sampai wilayah kita ikut terbawa arus dan terjadi kericuhan seperti di daerah lain. Karena itu penyekatan harus dilakukan,” ujarnya tegas, Selasa (2/9/2025).

Sebelum melakukan pengamanan, jajaran Polsek telah menggelar komunikasi intensif dengan pihak sekolah. Kapolsek meminta para kepala sekolah dan guru agar memastikan murid-murid mereka tidak mudah terprovokasi ajakan demo.
“Kami sudah sampaikan langsung kepada Kordik dan para kepala sekolah. Tugas pelajar adalah belajar, bukan ikut-ikutan turun ke jalan,” tegasnya.
Di sisi lain, Danramil 04/Cipanas, Kapten (Kav) M. Ma’rufin, memastikan TNI–Polri siap siaga di lapangan untuk menghalau pergerakan massa dari tiga kecamatan: Cipanas, Pacet, dan Sukaresmi.
“Personel sudah ditempatkan di jalur-jalur strategis. Kami tidak ingin pelajar, apalagi yang masih SMP atau SMA, ikut terseret dalam aksi massa. Lebih baik mereka fokus menuntut ilmu,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Cipanas, Pacet, dan Sukaresmi masih terkendali. Aparat menegaskan kewaspadaan tetap ditingkatkan demi mencegah gejolak yang bisa merusak stabilitas di Kabupaten Cianjur.













